mungkin kau anggap itu hal yang sepeleh
tapi, kau salah hal itu amat menyakitkan untukku
meski kau bercucuran air mata
itu takkan bisa membasahi hatiku yg telah gersang
meski kau merintih
aku takkan pedulikan
karena rintihanmu takkan membuat hatiku
menjadi luluh dan memaafkan mu yg penuh kemunafikan
Sabtu, 18 Februari 2012
Jumat, 17 Februari 2012
air mata di atas rembulan
hatiku bimbang tak karuan
karena terfikir akan dirimu
akan keadaanmu dan keberadaanmu
cintaku mungkin bertepuk sebelah tangan
cintaku mungkin tak terbalaskan
sayangku mungkin tak kau hiraukan
tapi biarlah
aku mencoba tersenyum
berusaha tetap tegar dihadapanmu
bersabar akan perih yang kau gores dihati aku
anugrah..
karena terfikir akan dirimu
akan keadaanmu dan keberadaanmu
cintaku mungkin bertepuk sebelah tangan
cintaku mungkin tak terbalaskan
sayangku mungkin tak kau hiraukan
tapi biarlah
aku mencoba tersenyum
berusaha tetap tegar dihadapanmu
bersabar akan perih yang kau gores dihati aku
anugrah..
Sabtu, 14 Januari 2012
sweet
hari aku teringat akan dirinya, yang selalu memberikan inspirasi untukku, tapi sayang kami telah terpisah jarak dan waktu. Oh Tuhan aku kangen masa - masa dengannya, aku teringan semua kenangan bersamanya ooooooooooo God pertemukan aku dengannya lagi meski itu di Kehidupan yang akan datang. aku rela menunggu Tuhan.
Sabtu, 03 Desember 2011
SEPI
Sepi
Malam kini telah datang
Kesepian pun merasuk dalam jiwa
Tak ada tempat untuk bersandar
Hanya Cahaya bulan yang menemani
Tapi awan gelap seketika datang
Untuk menyembunyikan bulan
Menemani hati yang gelisa ini
Khayalan dan angan pun terbang tinggi
Seakan mempunyai sayap
Begitu pun cinta yang berjalan menjauh
Seakan mempunyai kaki yang kokoh.
Kamis, 24 November 2011
Sepucuk Surat Untukmu
Paria, 24 November 2011
Kepada Yth,
Bapak Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM.
Selaku Bupati Kabupaten Wajo
Di
Sengkang
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Dengan hormat,
Mengawali surat ini saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-62 tahun kepada Bapak Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM. Semoga Bapak tetap diberikan kesehatan, kesalamatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT. Sehingga Bapak dapat menjalankan pemerintahan di kabupaten Wajo ini dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Wajo.
Seiring dengan berjalannya waktu, tak terasa sudah dua tahun lebih Bapak memimpin di kabupaten Wajo ini, negeri yang penuh dengan masyarahat yang mempunyai banyak keragaman. Negeri yang menjunjung tinggi motto 3S, yaitu sipakatau, sipakalebbi nennia sipakainge. Mali siparappe` rebba sipatokkong malelu sipakainge, maingepi nafaja. Begitupun dengan kepemimpinan Bapak yang penuh jeripayah, Bapak tak henti – hentinya memikirkan bagaimana agar masyarakat wajo sejahtera. Bapak terus bekerja dan bekerja demi masyarakat wajo.
Usaha Bapak pun tidak sia-sia, kini Kami telah banyak menikmati hasil kerja Bapak. Khususnya dalam bidang pendidikan, sarana – sarana pembelajaran yang cukup lengkap pun telah bisa kami rasakan, dan terlebih lagi untuk teman-teman kami yang kurang mampu, mereka pun telah bisa bersekolah tanpa memikirkan biayanya. Jalan – jalan yang ada di Wajo pun telah direnofasi sedemikian rupa sehingga negeri kita ini tidak lagi di panggil dengan WAJO (Wajib Berjoget) tapi negeri kita ini akan disebut sebagai WAJO (Wajah senyum melihat Jalannya yang GOOD ). Singgah sebutan sebagai Kota Sutra untuk kabupaten kita ini menjadi nyata karena didukung dengan jalannya yang halus bagai Sutra.
Semoga Bapak dapat terus menjadi pemimpin yang Bijaksana dan penuh tanggung jawab hingga periode Bapak berakhir dan dapat melajutkannya keperiode berikutnya.
Demikianlah sepucuk surat yang bisa saya tulis untuk Bapak Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM. Terima kasih karena telah memberikan wadah untuk menampung aspirasi – aspirasi dari lubuk hati kami melalui Acara Menulis Surat ini. Saya pun memohon maaf apa bila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati Bapak. Karena segala yang baik itu datangnya dari Allah SWT dan yang kurang itu datang dari diri saya sendiri selaku manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Hormat Saya
Ade Anugrah
Selasa, 22 November 2011
Sahabat
Sahabat
Mendengar suara kalian
Bagai kicauan burung di tengah hutan
Melihat wajah kalian
Bagai pelita di tengah kegelapan
Dan Berkumpul dengan kalian
Bagai hujan di tangah kekeringan
Bersama kalian aku bahagia
Bersama kalian aku tertawa
Bersama kalian aku menangis
Dan bersama kalian aku melewati cobaan
Saat duka kalian ada
Saat bahagia kalian juga ada
Saatku butuh dukuan kalian ada
Tanpa kalian hidup terasa hampa
Kering bagai tanah tandus
Layu bagai bunga yang tak dirawat
Mati bagai pohon yang kekurangan air…
Meski kesalah pahaman kadang terjadi
Tapi hal itu bagai bumbu penyedap dalam
Persahabatan kita ini….
Langganan:
Postingan (Atom)